Rabu, 15 Februari 2012

klasifikasi ayam / galus gallus

Sistematika atau Klasifikasi dari Gallus-gallus bankiva adalah:

Phylum         : Chordata
Sub phylum  : Vertebrata
Classis          : Aves
Sub classis    : Neomithes
Divisio          : Carinatae
Ordo             : Galliformes
Familia          : Gallitordae
Genus            : Gallus
Species          : Gallus-gallus bankiva

B. INSPEKSI (Pengamatan Tampak Luar) 
             Morfologi luar dari Gallus-gallus bankiva terdiri atas: 1. Tubuh yang terdiri atas bagian Caput (kepala), Collum (cervix), Truncus (badan), dan cauda (ekor) 2. Ekstremitas (alat gerak)
Tubuh a. Caput, (bagian kepala) Bagian kepala terdiri antara lain sebagai berikut: 1. Paruh (Rostrum) yang terdiri dari maxilla dan mandibula yang berguna sebagai tangan dan mulut. 2. Nares (lubang hidung) berjumlah sepasang terletak pada lateral rostrum bagian atas. 3. Cera, yaitu tonjolan kulit yang lunak terletak pada bagian atas rostrum. 4. Organon visus (mata), dikelilingi oleh kulit yang berbulu, padanya antara lain terdapat iris yang berwarana kuning atau jingga kemerah-merahan serta terdapat pupil yang relatif besar dibandingkan dengan besar matanya. 5. Porus acustic externus (lubang telinga luar), terletak di sebelah dorso caudal mata. 
           Membrana tympani terdapat di sebelah dalamnya dan berguna untuk menangkap getaran suara. b. Truncus Bagian truncus ditumbuhi bulu-bulu yang khas dan bulu-bulu ini berfungsi sebagai pelindung terhadap gangguan cuaca, memiliki bentuk tersendiri dibandingkan dengan bulu-bulu yang terdapat pada vertebrata yang lain. Bulu dibedakan berdasarkan (a) anatomi dan (b) letaknya. Menurut susunan anatomisnya, bulu dapat dibedakan ke dalam : Plumae, Plumulae dan Filoplumulae (pelajari dan gambar bagian-bagiannya). Gambar : Bagian-bagian dari bulu plumae (Radiopoetra, 1991).
Keterangan : Rd : Radioli Br : Barbae R : Rachis V : Vexillum C : Calamus US : Umbilicus Superior UI : Umbilicus Inferior A : Barbulae Distal B : Barbulae Proximal C : Barbulae Dasal (tanpa radioli ) Plumae terdiri dari calamus, rachis, umbilicus inferior, umbilicus superior dan vexillum. Callamus yaitu tangkai bulu berbentuk memanjang dengan rongga didalamnya. Pada pangkalnya ada lubang yang disebut : umbilicus inferior sedang bagian distalnya terdapat lubang yang disebut umbilicus superior, di mana lubang ini ke arah rachis menjadi sulcus. Waktu bulu masih muda kedua umbilicus tadi dilalui oleh pembuluh-pembuluh darah untuk memberi makanan pada bulu-bulu yang masih muda tadi. Vexillum dibentuk oleh barbae, ialah suatu cabang ke arah lateral daripada rachis. Plumulae, terdapat pada burung yang masih muda, kadang-kadang terdapat pada burung yang sedang mengerami telurnya. Terdiri dari : calamus, rachis, barbae dan barbulae. Tidak membentuk vexillum. Filoplumulae, fungsinya belum jelas. Tumbuh di seluruh tubuh tetapi jaraknya sangat jarang. Mempunyai tangkai panjang dan puncaknya ada beberapa barbae. Menurut letaknya, bulu-bulu dapat digolongkan kedalam: remiges, rectrices, tetrices, paraterium, alula atau ala spuria. • Remiges adalah bulu-bulu yang terdapat pada sayap. • Rectrices adalah bulu-bulu yang terdapat di daerah ekor. • Tectrices adalah bulu-bulu lainnya yang menutupi badan. • Parapterium adalah bulu-bulu yang terdapat di daerah bahu dan sayap. • Ala spuria adalah bulu-bulu kecil yang melekat pada jari ke II dari extremitas superior c. Cauda Berbentuk pendek dan biasa dikenal dengan uropygium selain itu juga cauda ini ditutupi denga bulu-bulu yang disebut rectrices, pada bagian uropygium bagian dorsal terdapat kelenjar minyak yang disebut glandula uropygialis. Extremitas Extremitas Cranialis Superius, merupakan sayap yang ditumbuhi bulu-bulu dan Extremitas Caudalis Inferius, kaki bagian bawah ditutupi oleh sisik-sisik. Gambar: Skeleton Ayam 

C. SITUS VISCERUM 
              Setelah sternum diangkat, maka tampak alat-alat dalam, antara lain: • Cor terletak di linea mediana, berbentuk sebagai conus dan dibungkus oleh pericardium • Hepar terletak caudal dari cor, terdiri atas 2 lobi • Pulmo terdapat pada ujung-ujung bronchi berjumlah sepasang, melekat pada dinding dorsal thorak. Pulmo ini dibungkus oleh selaput pleura, sebelah lateral hepar berwarna merah muda seperti spons. • Ventriculus berdinding tebal, dengan lumen kecil sebelah caudal lobus sinister hepar warnanya merah tua  Duodenum berbentuk huruf U, mempunyai pars descendens dan pars ascendens caudal dari ventriculus diantaranya terjepit pancreas. Kemudian setelah duodenum terdapat jejunum, dan ileum. • Pancreas Terjepit diantara bagian duodenum berwarna kuning tua • Trachea lanjutan dari larynx ke arah cauda berupa suatu pipa yang mempunyai cincin-cincin tulang yang disebut annulus trachealis • Esophagus Merupakan corong dan melanjutkan diri ke posterior menjadi proventriculus yang sangat glanduler, dan ventriculus yang sangat musculer / berotot. • Ingluvies (tembolok) merupakan Esophagus yang membesar membentuk bangunan atau membentuk kantong yang lebar saat sebelum masuk ke dalam rongga badan. Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. • Thymus panjang dan membelit-belit di daerah leher. • Glandula thyroidea disebelah dorsalnya dekat trachea berwarna coklat kemerah-merahan, kanan kiri diantara a. carotis dan a. subclavia. 

D. SISTEMA DIGESTORIA 
1. Tractus digestivus a. Lingua, yang panjang sebagai tanduk b. Choanae, celah di palatum (tidak termasuk sistem ini) c. Pharynx sebagai corong d. Ingluvies sebagai kantong tipis e. Esophagus f. Proventriculus : dinding tipis, banyak kelenjar di bagian dalamnya. g. Ventriculus, dinding tebal dari otot. Pada bagian dalamnya terdapat lembaran –lembaran keratinoid dan terdapat banyak batu-batu kecil. Pada dinding lateral ada discus tendineus h. Duodenum, mulai muaranya dari daratan dorsal ventriculus berbentuk huruf U melingkari pankreas. i. Intestinum tenue lainnya, lanjutan duodenum berakhir sebagai caecum. j. Caecum, dua buah usus buntu yang pendek. k. Rectum, lanjutan dari intestinum tenue pendek, tebal bermuara di cloaca. 2. Glandula Digestoria a. Hepar, berwarna merah coklat ada 2 lobi dan terdapat ductuli hepatici b. Pancreas, terjepit diantara bagian duodenum berwarna kuning tua. Terdapat pula ductus pancreaticus. Gambar : Organ Pencernaan pada Ayam. 

E. SISTEM RESPIRATORIUS Terdiri atas : 1. Nares anteriores (lubang hidung), berjumlah sepasang terdapat pada pangkal rostrum bagian dorsal. 2. Nares posteriores, lubang pada palatum, hanya 1 buah, terletak di tengah. 3. Glottis terlatak tepat di belakang pangkal lidah dan melanjutkan ke caudal, kedalam larynx. 4. Glottis ini berhubungan dengan rongga mulut melalui celah yang disebut : Rima glotidis. 5. Larynx ini disokong oleh cartilago cricodea dan cartilago arytenoidea yang berjumlah sepasang. Tersusun dari lingkaran tulang rawan. 6. Trachea adalah lanjutan larynx ke arah caudal. Berupa suatu pipa, mempunyai cincin-cincin tulang rawan yang disebut annulus trachealis yang bentuknya panjang sekali. 7. Bifurcatio trachea, trachea bercabang 2 agak membesar demikian juga cincin-cincin tulang rawannya. 8. Syrinx, yaitu alat suara pada burung. Terdapat pada bifurcatio trachea, tersusun dari beberapa annulus trachealis yang paling caudal dan annulus bronchialis yang paling cranial. Alat ini membatasi suatu ruangan yang agak melebar yang disebut : Tympanum. 9. Bronchus, adalah percabangan trachea ke kanan dan kiri, disebut bronchus dexter dan sinister. Tempat percabangan branchia atau bifurcatio trachea. 10. Bronchi ini masih terbagi, kedalam bronchi lateralis yang masing-masing akan terbagi lagi menjadi parabronchi. 11. Pulmo, terdapat pada ujung-ujung bronchi berjumlah sepasang, melekat pada dinding dorsal thorax. Pulmo ini dibungkus oleh selaput yang kita sebut : pleura. Berwarna merah muda berupa spons menempel pada dinding dorsal thorax diantara costae. 12. Saccus pneumaticus, merupakan kantong-kantong hawa tonjolan dari pulmo. Gambar : Organ Respirasi. 

F. SISTEM UROGENITAL 1. Ren, bentuknya besar, terbagi atas 3 lobi dan ditutupi peritoneum. Terdapat sepasang di kanan dan kiri. Ren berbentuk metanephros. Ke dalam ren terdapat banyak arteriae renalis. Dari ren akan keluar saluran sekresi yang disebut ureter. 2. Ureter, berupa tubulus yang sempit yang keluar dari dataran ventral ren dan bermuara di cloaca. 3. Glandula suprarenalis, ventro-cranial ren berwarna kuning. 4. Testes (pada yang jantan), besarnya bergantung pada masa kelamin. Yang kanan lebih kecil dari yang kiri. Berbentuk oval terletak sebelah ventral dari lobus renis yang paling cranial. 5. Vas deferens, sepasang, masing-masing keluar dari testis dan bersama ureter bermuara di cloaca. 6. Ovarium (pada yang betina), hanya terdapat pada sebelah kiri. 7. Oviduct, juga hanya terdapat sebelah kiri dimulai dari muara yang disebut ostium abdominale, berupa corong kemudian berbelok-belok dan bermuara di cloaca sebelah lateral muara ureter. Oviduct terdiri dari :  Infundibulum tubae.  Pars gladularis  Isthmus  Uterus (shellgland) Gambar : Reproduksi Jantan Gambar : Reproduksi Betina.

G. SISTEM NERVOSUM a. Otak, terdiri atas : • Hemisphaerium cerebri; bagian yang terbesar dan berbentuk jantung. • Lobus olfactorius; di bagian dorsal hemisphaerium cerebri dan lobus olfactorius termasuk : • Mesencephalon; terjepit diantara hemisphaerium cerebri. • Cerebellum; ruang bagian mediumnya besar dan mempunyai lipatan-lipatan transversal. • Fossa rhomboidea. • Medula oblongata; fossa rhomboidea dan medulla oblongata tertutup oleh cerebellum • Chiasma vervi optici; merupakan persilangan dari nervi opticus. • Hypophysa; suatu tonjolan di sebelah caudal chiasma nervi opticus.. b. Nervi craniales pada Aves berjumlah 12 pasang, yaitu : • N. Olfactorius, menuju ke alat-alat pembau, bersifat sensoris. • N. Opticus, menuju ke alat penglihatan. Kedua nervi optici mengadakan persilangan yang disebut: chiasma nervi optici. • N. Oculomotorius, menuju ke otot-otot mata (otot yang menggerakkan bola mata). • N. Trochlearis, menuju ke otot-otot mata. • N. Trigeminus, menuju ke kulit sekitar lubang hidung dan musoca dalam cavum nasi. • N. Abduscens, menuju ke otot-otot mata. • N. Facialis, menuju ke otot-otot muka dan lidah. • N. Vestibulo-cochlearis, menuju ke alat pendengaran dan keseimbangan. • N. Glossopharyngeus, menuju ke lidah bagian belakang. • N. Vagus, menuju ke alat-alat dalam. • N. Accessorius, manuju ke otot-otot tengkuk. • N. Hypoglossus, menuju ke otot-otot lidah. Susunan skeleton/ musculare (perototan) di daerah thorax (dada), terdapat furcula, coracoid, dan scapula, yang bersama-sama membentuk lubang, yang disebut foramen triosseum, yang dilalui oleh m. pectorals minor. Ketiga tulang tersebut berfungsi sebagai katrol untuk mengangkat sayap.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar